30 September, 2009

Beribu, Terima Kasih

Kau pernah ada

Buat hariku seindah pelangi

Juga buatku sakit tak terkata

Berdua semua kita jalani


 

Rasa seorang dara

yang mencoba jadi sederhana

Namun selalu berujung tangis

Iringi kalbu yang teriris


 

Diri yang lalu-lalang

Ribut rasa yang bersarang

Terbayang perjuangan panjang

yang telah menjadikanku pemenang


 

Terima kasih…

Untuk kebersamaan kita yang singkat

Untuk pernah membuatku hampir melepaskan impian

Untuk memaksaku memilih antara dua hal yang tak pernah ingin kupilih


 

Karna kini…

Aku kan hargai setiap kebersamaan yang ada

Ku takkan pernah lagi menepikan mimpi

Dan ku sadari arti cinta sejati yang tak pernah meminta dipilih


 

Terima kasih.

Beribu, terima kasih.

20 November, 2008

I will survive

It’s hard for me.

Saat aku harus membuang keegoisanku, itu sakit.

Saat aku harus mengesampingkan keinginanku, itu sakit.

Tetapi...

Apakah yang penting dalam hidup ini?

Keinginan, atau kebutuhan?

Saat kebutuhanku terpenuhi, itu menyenangkan.

Saat keinginanku terpenuhi, itu sangat menyenangkan.

Mengapa?

Padahal kebutuhan lebih mendesak daripada keinginan.

Padahal kebutuhan harus dipenuhi dan keinginan tidak harus.

Kini aku,

Sedang mencoba mengerti.

Sedang mencoba pahami.

Sedang mencoba menjadi.

Aku yang sekarang,

Tak dapat lagi menavigasi sendiri

Tak dapat lagi mengubah arahku dalam hitungan detik.

Aku yang sekarang,

Tak mungkin lagi terbang tinggi

Tak mungkin lagi bermain kesana kemari

Apakah memang begini?

Apakah harus begini?

Kucoba mengerti, kucoba pahami,

Agar ku menjadi.

Dan akhirnya ku menjadi kita.

Dan itu sakit....

Walau begitu,

Sakit di hati dapat terobati

Demi terpenuhinya kebutuhan

Yang hakiki dan abadi

Cinta....

Aku bahagia.

It’s hard for me,

but I will survive.